Sebuah Tulisan Pembangkit Motivasi Untuk Memperbaiki Diri

ARTI SAHABAT

Cerita remaja ini berawal saat seorang anak SMA yang bernama Ais sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Tiba-tiba ia melihat remaja sebaya sedang naik sepeda lalu jatuh tersungkur tepat di depan rumahnya. Isi tas plastik anak gadis itu tumpah dan berhamburan ke luar. Tanpa berpikir panjang, Ais segera menolongnya. Ais membantunya berdiri dan mengumpulkan barang-barangnya yang berserakan di jalan. Semprotan serangga, tali, dan beberapa barang lain yang dibawa remaja itu akhirnya sudah masuk ke dalam tas plastiknya lagi. Ais juga melihat kaki pemuda itu terluka, maka Ais memintanya mampir sebentar agar lukanya bisa diobati. Anak ABG itu menyetujuinya dan mereka berdua masuk rumah.

Di dalam rumah, Ais ngobrol dengan dengan anak SMA itu yang akhirnya diketahui bernama Kiki. Lama sekali Ais ngobrol dengan Kiki, mereka menjadi akrab dalam sekejab, mungkin karena umur mereka yang hampir sama. Mereka berbicara tentang sekolah, hobi, guru, dan hal-hal lain yang biasa diceritakan remaja SMA. Semenjak peristiwa itu, mereka berdua menjadi akrab dan saling bersahabat.

Saat lulus SMA, cerita anak abg itu berlanjut. kedua pemuda itu diterima di universitas yang sama. Persahabatan mereka pun makin dekat. Hingga tak terasa, waktu kelulusan pun tiba. Beberapa hari sebelum wisuda Kiki menemui Ais, seperti biasa mereka lalu saling mengobrol.

“Hey, Ais!” kata Kiki, “Tahukah kamu bahwa jika kamu tidak menolongku dulu, mungkin selamanya aku tidak akan kenal denganmu. Kamu memang sahabat terbaikku.”

“Haha.. biasa ajalah. Lha emangnya kenapa, toh?” Ais balas bertanya.

“Maaf, jika aku tidak pernah bercerita tentang ini. Masa-masa pertemuan awal kita dulu adalah masa-masa kritis dalam hidupku.” Kiki mulai bercerita, “Waktu itu, usaha bapakku bangkrut, dia terlilit banyak hutang. Sedangkan ibuku malah lari dengan lelaki lain. Aku selalu jadi korban emosi bapak. Waktu itu saya kecewa sekali dengan mereka dan ingin bunuh diri.”

Kiki melanjutkan ceritanya, “Tetapi, waktu sehabis membeli racun serangga dan juga tali untuk bunuh diri, sepedaku malah terpeleset di depan rumahmu dan kamu menolongku. Keakraban dan ketulusanmu waktu itu seolah-olah bercerita bahwa masih banyak orang baik di sekitarku. Aku merasa tidak sendiri lagi waktu itu. Aku melihat ada harapan. Canda dan sikapmu membuatku membatalkan niat bunuh diriku. Thanks, bro! entah sadar atau tidak, engkau sudah menyelamatkan nyawaku.”

Renungan:

Luangkan waktu berbuat baik kepada orang lain, walaupun itu hanya tersenyum pada salah satu orang yang tidak kau kenal. Mungkin senyum itu bisa menjadi satu-satunya sinar bagi mataharinya yang mulai gelap.

Ingatlah, “Senyum itu tidak dipungut biaya, tapi hasilnya sungguh luar biasa.”

Comments on: "ARTI SAHABAT" (1)

  1. keren om… tapi nih kayaknya pake nama tokohnya Ais yang kayaknya udah gak asing yaaa… heheheheeh

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.