<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ceritaku - Ceritamu</title>
	<atom:link href="http://muhadisujai.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muhadisujai.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah Tulisan Pembangkit Motivasi Untuk Memperbaiki Diri</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Sep 2011 04:40:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muhadisujai.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ceritaku - Ceritamu</title>
		<link>http://muhadisujai.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://muhadisujai.wordpress.com/osd.xml" title="Ceritaku - Ceritamu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://muhadisujai.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BUTUH KESABARAN UNTUK JADI PEMENANG</title>
		<link>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/22/butuh-kesabaran-untuk-jadi-pemenang/</link>
		<comments>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/22/butuh-kesabaran-untuk-jadi-pemenang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 08:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MUH. ADI SUJA'I, S.E.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi Memperbaiki Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/22/butuh-kesabaran-untuk-jadi-pemenang/</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu sore, seorang anak bernama Syamil datang kepada ayahnya yang sedang baca koran. “Ayah, ayah” kata sang anak. “Ada apa Syamil?” tanya sang ayah. “Aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus, sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek… aku mau menyontek saja! Aku capek. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=38&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Di suatu sore, seorang anak bernama Syamil datang kepada ayahnya yang sedang baca koran. “Ayah, ayah” kata sang anak. “Ada apa Syamil?” tanya sang ayah.  </p>
<p align="justify">“Aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus, sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek… aku mau menyontek saja! Aku capek. sangat capek! </p>
<p align="justify">Aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! Aku capek, sangat capek! </p>
<p align="justify">
<p><span id="more-38"></span>
<p align="justify">Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung aku ingin jajan terus! </p>
<p align="justify">Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati. </p>
<p align="justify">Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-temanku, sedang teman-temanku seenaknya saja bersikap kepada ku. </p>
<p align="justify">Aku capek ayah, aku capek menahan diri… Aku ingin seperti mereka… Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka Ayah!” Syamil mulai menangis. </p>
<p align="justify">Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ”Syamil&#8230; ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu.”  </p>
<p align="justify">Lalu sang ayah menarik tangan Syamil, kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang. Lalu Syamil pun mulai mengeluh ”Ayah mau kemana kita? Aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri, badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena ada banyak ilalang… aku benci jalan ini Ayah!” sang ayah hanya diam. </p>
<p align="justify">Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang. </p>
<p align="justify">“Wwaaaah… tempat apa ini Ayah? Aku suka! Aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau. </p>
<p align="justify">“Kemarilah Anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu Syamil pun ikut duduk di samping ayahnya. </p>
<p align="justify">”Syamil, tahukah Kau mengapa di sini begitu sepi? Padahal tempat ini begitu indah?” tanya sang ayah. </p>
<p align="justify">”Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?” sahut Syamil balik bertanya. </p>
<p align="justify">Sambil memandang mata anaknya, sang ayah menjawab ”Itu karena orang-orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu” </p>
<p align="justify">”Ooh… berarti kita orang yang sabar ya Yah? Alhamdulillah” sahut Syamil, tampak senang. </p>
<p align="justify">”Nah, akhirnya kau mengerti” kata sang ayah. ”Mengerti apa? aku tidak mengerti” kata Syamil keheranan.  </p>
<p align="justify">”Syamil&#8230;. butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi. Bukankah Kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, Kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, Kau harus sabar melawati ilalang dan Kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga, dan akhirnya semuanya terbayar kan? Ada telaga yang sangat indah. Seandainya Kau tidak sabar, apa yang Kau dapat? Kau tidak akan mendapat apa apa anakku. Oleh karena itu bersabarlah anakku” sang ayah menjelaskan. </p>
<p align="justify">”Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar” sahut Syamil sambil menatap ayahnya dengan wajah yang ciut.  </p>
<p align="justify">Sambil memegang tangan anaknya, ia meyakinkan ”Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar Kau tetap kuat. Begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat Kau jatuh, kami bisa mengangkatmu. Tapi… ingatlah Anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat Kau jatuh, suatu saat nanti, Kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain. Jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?” </p>
<p align="justify">”Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini… sekarang aku mengerti… terima kasih ayah. Aku akan tegar saat yang lain terlempar” Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://muhadisujai.wordpress.com/category/inspirasi-memperbaiki-diri/'>Inspirasi Memperbaiki Diri</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhadisujai.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhadisujai.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhadisujai.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhadisujai.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhadisujai.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhadisujai.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhadisujai.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhadisujai.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhadisujai.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhadisujai.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhadisujai.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhadisujai.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhadisujai.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhadisujai.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=38&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/22/butuh-kesabaran-untuk-jadi-pemenang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec495d57ea3e44eebe7394b150b75a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadadisujai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BELAJAR RENDAH HATI DARI NELAYAN</title>
		<link>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/22/belajar-rendah-hati-dari-nelayan/</link>
		<comments>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/22/belajar-rendah-hati-dari-nelayan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 08:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MUH. ADI SUJA'I, S.E.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/22/belajar-rendah-hati-dari-nelayan/</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu sore yang cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati pemandangan laut dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi pantai. Setelah harga sewa per jam disepakati, keduanya melaut tidak jauh dari bibir pantai. Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan bertanya: &#8220;Apa Bapak pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=37&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Pada suatu sore yang cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati pemandangan laut dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi pantai. Setelah harga sewa per jam disepakati, keduanya melaut tidak jauh dari bibir pantai.  </p>
<p align="justify">Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan bertanya: &#8220;Apa Bapak pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin dan matahari?&#8221; </p>
<p align="justify">&#8220;Tidak&#8221; jawab nelayan itu singkat. </p>
<p align="justify">Cendekiawan melanjutkan &#8220;Ah, jika demikian Bapak telah kehilangan seperempat peluang kehidupan Bapak&#8221; Nelayan cuma mengangguk-angguk membisu. &#8220;Apa Bapak pernah belajar sejarah filsafat?&#8221; tanya cendikiawan. &#8220;Belum pernah&#8221; jawab nelayan itu singkat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. </p>
<p align="justify">
<p><span id="more-37"></span>
<p align="justify">Cendekiawan melanjutkan &#8221; Ah, jika demikian Bapak telah kehilangan seperempat lagi peluang kehidupan Bapak&#8221;. Si Nelayan kembali cuma mengangguk-angguk membisu. &#8220;Apa Bapak pernah belajar dan bisa berkomunikasi dengan bahasa asing?&#8221; tanya cendikiawan. &#8220;Tidak bisa&#8221; jawab nelayan itu singkat. &#8220;Aduh, jika demikian Bapak total telah kehilangan tiga perempat peluang kehidupan Bapak.&#8221; </p>
<p align="justify">Tiba-tiba &#8230;.. </p>
<p align="justify">Angin kencang bertiup keras dari tengah laut. Perahu yang mereka tumpangi pun oleng hampir terguling.  </p>
<p align="justify">Dengan tenang Nelayan bertanya kepada cendekiawan &#8220;Apa Bapak pernah belajar berenang?&#8221; Dengan suara gemetar dan muka pucat ketakutan, orang itu menjawab &#8220;Tidak pernah.&#8221; Nelayanpun memberi komentar dengan percaya diri &#8220;Ah, jika demikian, Bapak telah kehilangan semua peluang hidup Bapak.&#8221; </p>
<p align="justify"><b></b> </p>
<p align="justify"><b>Renungan:</b> </p>
<p align="justify">Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas:
<ul>
<li>
<div align="justify">Jangan meninggikan diri lebih hebat dari orang lain.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Jangan sombong, sebab akan direndahkan Tuhan.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Kita semua memiliki keterbatasan dan memerlukan orang lain.</div>
</li>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://muhadisujai.wordpress.com/category/renungan-hidup/'>Renungan Hidup</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhadisujai.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhadisujai.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhadisujai.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhadisujai.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhadisujai.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhadisujai.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhadisujai.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhadisujai.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhadisujai.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhadisujai.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhadisujai.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhadisujai.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhadisujai.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhadisujai.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=37&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/22/belajar-rendah-hati-dari-nelayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec495d57ea3e44eebe7394b150b75a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadadisujai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ARTI SAHABAT</title>
		<link>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/22/arti-sahabat/</link>
		<comments>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/22/arti-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 08:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MUH. ADI SUJA'I, S.E.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Persahabatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/22/arti-sahabat/</guid>
		<description><![CDATA[Cerita remaja ini berawal saat seorang anak SMA yang bernama Ais sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Tiba-tiba ia melihat remaja sebaya sedang naik sepeda lalu jatuh tersungkur tepat di depan rumahnya. Isi tas plastik anak gadis itu tumpah dan berhamburan ke luar. Tanpa berpikir panjang, Ais segera menolongnya. Ais membantunya berdiri dan mengumpulkan barang-barangnya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=36&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Cerita remaja ini berawal saat seorang anak SMA yang bernama Ais sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Tiba-tiba ia melihat remaja sebaya sedang naik sepeda lalu jatuh tersungkur tepat di depan rumahnya. Isi tas plastik anak gadis itu tumpah dan berhamburan ke luar. Tanpa berpikir panjang, Ais segera menolongnya. Ais membantunya berdiri dan mengumpulkan barang-barangnya yang berserakan di jalan. Semprotan serangga, tali, dan beberapa barang lain yang dibawa remaja itu akhirnya sudah masuk ke dalam tas plastiknya lagi. Ais juga melihat kaki pemuda itu terluka, maka Ais memintanya mampir sebentar agar lukanya bisa diobati. Anak ABG itu menyetujuinya dan mereka berdua masuk rumah. </p>
<p align="justify">
<p><span id="more-36"></span>
<p align="justify">Di dalam rumah, Ais ngobrol dengan dengan anak SMA itu yang akhirnya diketahui bernama Kiki. Lama sekali Ais ngobrol dengan Kiki, mereka menjadi akrab dalam sekejab, mungkin karena umur mereka yang hampir sama. Mereka berbicara tentang sekolah, hobi, guru, dan hal-hal lain yang biasa diceritakan remaja SMA. Semenjak peristiwa itu, mereka berdua menjadi akrab dan saling bersahabat. </p>
<p align="justify">Saat lulus SMA, cerita anak abg itu berlanjut. kedua pemuda itu diterima di universitas yang sama. Persahabatan mereka pun makin dekat. Hingga tak terasa, waktu kelulusan pun tiba. Beberapa hari sebelum wisuda Kiki menemui Ais, seperti biasa mereka lalu saling mengobrol. </p>
<p align="justify">“Hey, Ais!” kata Kiki, “Tahukah kamu bahwa jika kamu tidak menolongku dulu, mungkin selamanya aku tidak akan kenal denganmu. Kamu memang sahabat terbaikku.” </p>
<p align="justify">“Haha.. biasa ajalah. Lha emangnya kenapa, toh?” Ais balas bertanya. </p>
<p align="justify">“Maaf, jika aku tidak pernah bercerita tentang ini. Masa-masa pertemuan awal kita dulu adalah masa-masa kritis dalam hidupku.” Kiki mulai bercerita, “Waktu itu, usaha bapakku bangkrut, dia terlilit banyak hutang. Sedangkan ibuku malah lari dengan lelaki lain. Aku selalu jadi korban emosi bapak. Waktu itu saya kecewa sekali dengan mereka dan ingin bunuh diri.” </p>
<p align="justify">Kiki melanjutkan ceritanya, “Tetapi, waktu sehabis membeli racun serangga dan juga tali untuk bunuh diri, sepedaku malah terpeleset di depan rumahmu dan kamu menolongku. Keakraban dan ketulusanmu waktu itu seolah-olah bercerita bahwa masih banyak orang baik di sekitarku. Aku merasa tidak sendiri lagi waktu itu. Aku melihat ada harapan. Canda dan sikapmu membuatku membatalkan niat bunuh diriku. Thanks, bro! entah sadar atau tidak, engkau sudah menyelamatkan nyawaku.” </p>
<p align="justify"><b>Renungan:</b> </p>
<p align="justify">Luangkan waktu berbuat baik kepada orang lain, walaupun itu hanya tersenyum pada salah satu orang yang tidak kau kenal. Mungkin senyum itu bisa menjadi satu-satunya sinar bagi mataharinya yang mulai gelap. </p>
<p align="justify">Ingatlah, <strong><em>“Senyum itu tidak dipungut biaya, tapi hasilnya sungguh luar biasa.”</em></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://muhadisujai.wordpress.com/category/motivasi-persahabatan/'>Motivasi Persahabatan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhadisujai.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhadisujai.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhadisujai.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhadisujai.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhadisujai.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhadisujai.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhadisujai.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhadisujai.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhadisujai.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhadisujai.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhadisujai.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhadisujai.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhadisujai.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhadisujai.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=36&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/22/arti-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec495d57ea3e44eebe7394b150b75a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadadisujai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>8 x 3 = 23</title>
		<link>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/21/8-x-3-23/</link>
		<comments>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/21/8-x-3-23/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 14:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MUH. ADI SUJA'I, S.E.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi Memperbaiki Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/21/8-x-3-23/</guid>
		<description><![CDATA[Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat. Pembeli berteriak: &#8220;3&#215;8 = 23, kenapa kamu bilang 24?&#8221; Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: &#8220;Sobat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=33&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.  </p>
<p align="justify">Pembeli berteriak: &#8220;3&#215;8 = 23, kenapa kamu bilang 24?&#8221;  </p>
<p align="justify">Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: &#8220;Sobat, 3&#215;8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi.&#8221;  </p>
<p align="justify">Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: &#8220;Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan&#8221;.  </p>
<p align="justify">Yan Hui: &#8220;Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?&#8221;  </p>
<p align="justify">Pembeli kain: &#8220;Kalau Confusius bilang saya salah, aku potong kepalaku untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?&#8221;  </p>
<p align="justify">Yan Hui: &#8220;Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu&#8221;.  </p>
<p align="justify">
<p><span id="more-33"></span>
<p align="justify">Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa: &#8220;3&#215;8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia.&#8221; Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu ia berikan kepada pembeli kain.  </p>
<p align="justify">Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas. Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat: &#8220;Bila hujan lebat, janganlah berteduh di bawah pohon, dan jangan membunuh.&#8221;  </p>
<p align="justify">Yan Hui bilang &#8220;Baiklah,&#8221; lalu berangkat pulang.  </p>
<p align="justify">Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba-tiba ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.  </p>
<p align="justify">&#8220;Apakah saya akan membunuh orang?&#8221; gumamnya.  </p>
<p align="justify">Yan Hui pun tiba dirumahnya. Pada saat itu sudah larut malam dan tidak ingin mengganggu tidur isterinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping isterinya adalah adik isterinya.  </p>
<p align="justify">Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata: &#8220;Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?&#8221;  </p>
<p align="justify">Confusius berkata: &#8220;Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh.&#8221;  </p>
<p align="justify">Yan Hui berkata: &#8220;Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum.&#8221;  </p>
<p align="justify">Confusius bilang: &#8220;Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3&#215;8=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3&#215;8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?&#8221;  </p>
<p align="justify">Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata: &#8220;Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar-benar malu.&#8221;  </p>
<p align="justify">Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.  </p>
<p align="justify"><b>Renungan:</b>  </p>
<p align="justify">Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara-gara bertaruh mati-matian untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.  </p>
<p align="justify">Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.  </p>
<p align="justify">Bersikeras melawan atasan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.&nbsp; </p>
<p align="justify">Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.  </p>
<p align="justify">Kemenangan bukanlah soal medali, tapi terlebih dulu adalah kemenangan terhadap diri dan lebih penting kemenangan di dalam hati.</p>
<br />Filed under: <a href='http://muhadisujai.wordpress.com/category/inspirasi-memperbaiki-diri/'>Inspirasi Memperbaiki Diri</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhadisujai.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhadisujai.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhadisujai.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhadisujai.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhadisujai.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhadisujai.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhadisujai.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhadisujai.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhadisujai.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhadisujai.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhadisujai.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhadisujai.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhadisujai.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhadisujai.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=33&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/21/8-x-3-23/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec495d57ea3e44eebe7394b150b75a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadadisujai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LIMA KUALITAS PENSIL</title>
		<link>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/21/lima-kualitas-pensil/</link>
		<comments>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/21/lima-kualitas-pensil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 14:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MUH. ADI SUJA'I, S.E.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/21/lima-kualitas-pensil/</guid>
		<description><![CDATA[Melihat Neneknya sedang asyik menulis Zakin bertanya, &#8220;Nenek sedang menulis apa?&#8221; Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, &#8220;Zakin cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Zakin. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Zakin dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti.&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=30&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat Neneknya sedang asyik menulis Zakin bertanya, &#8220;Nenek sedang menulis apa?&#8221;</p>
<p>Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, &#8220;Zakin cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Zakin. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Zakin dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa maksud Nenek bahwa Zakin harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya,&#8221; jawab Zakin dengan bingung.</p>
<p>Nenek tersenyum bijak dan menjawab, &#8220;Itu semua tergantung bagaimana Zakin melihat pensil ini. Tahukah Kau, Zakin, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apakah Nenek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?&#8221; pinta Zakin.</p>
<p>&#8220;Tentu saja Zakin,&#8221; jawab Nenek dengan penuh kasih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span id="more-30"></span></p>
<p>&#8220;Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa Kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, selalu ada tangan yang menggerakkannya. Kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam diri seseorang. Baik-buruknya seseorang itu dinilai dari jati dirinya, hatinya, bukan sekedar fisik luarnya semata.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Zakin, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah berhati-hati dan sadar terhadap semua tindakan&#8221;.</p>
<p>&#8220;Nah, bagaimana Zakin? Apakah Kau mengerti apa yang Nenek sampaikan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Mengerti Nek, Zakin bangga punya Nenek hebat dan bijak sepertimu.&#8221;</p>
<p><strong>Renungan:</strong></p>
<p>Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi kita. Mari kita menjadi pensil-pensil yang berkualitas!</p>
<br />Filed under: <a href='http://muhadisujai.wordpress.com/category/renungan-hidup/'>Renungan Hidup</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhadisujai.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhadisujai.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhadisujai.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhadisujai.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhadisujai.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhadisujai.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhadisujai.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhadisujai.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhadisujai.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhadisujai.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhadisujai.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhadisujai.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhadisujai.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhadisujai.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=30&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/21/lima-kualitas-pensil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec495d57ea3e44eebe7394b150b75a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadadisujai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CINTA DAN WAKTU</title>
		<link>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/21/cinta-dan-waktu/</link>
		<comments>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/21/cinta-dan-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 14:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MUH. ADI SUJA'I, S.E.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/21/cinta-dan-waktu/</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak, ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu, dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=29&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak, ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. </p>
<p align="justify">Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu, dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu, air makin naik membasahi kaki Cinta. </p>
<p align="justify">Tak lama, Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. ”Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta. </p>
<p align="justify">”Aduh! Maaf, Cinta!” kata kekayaan, ”perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” </p>
<p align="justify">
<p><span id="more-29"></span>
<p align="justify">Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.  </p>
<p align="justify">”Kegembiraan! Tolong aku!” teriak Cinta. </p>
<p align="justify">Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. </p>
<p align="justify">Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang, dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. ”Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!” teriak Cinta. </p>
<p align="justify">”Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” sahut Kecantikan. </p>
<p align="justify">Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah kesedihan. ”Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu!” kata Cinta. ”Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja&#8230;.” kata Kesedihan sambil mengayuh perahunya. </p>
<p align="justify">Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, ”Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!” Cinta menoleh ke arah suara itu, dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. </p>
<p align="justify">Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua tersebut. </p>
<p align="justify">”Oh, orang tua tadi? Dia adalah waktu.” kata orang itu. ”Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku.” tanya Cinta terheran. </p>
<p align="justify">”Sebab,” kata orang itu, ”hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu&#8230;”</p>
<br />Filed under: <a href='http://muhadisujai.wordpress.com/category/motivasi-cinta/'>Motivasi Cinta</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhadisujai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhadisujai.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhadisujai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhadisujai.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhadisujai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhadisujai.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhadisujai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhadisujai.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhadisujai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhadisujai.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhadisujai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhadisujai.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhadisujai.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhadisujai.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=29&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhadisujai.wordpress.com/2011/02/21/cinta-dan-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec495d57ea3e44eebe7394b150b75a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadadisujai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Menabur dan Menuai</title>
		<link>http://muhadisujai.wordpress.com/2009/12/01/hukum-menabur-dan-menuai/</link>
		<comments>http://muhadisujai.wordpress.com/2009/12/01/hukum-menabur-dan-menuai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 11:03:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MUH. ADI SUJA'I, S.E.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhadisujai.wordpress.com/2009/12/01/hukum-menabur-dan-menuai/</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari seorang pemuda, sebut saja si-A, sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia, sebut saja si-B, sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Si-A dengan sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah si-B dapat diselamatkan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=25&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari seorang pemuda, sebut saja si-A, sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia, sebut saja si-B, sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Si-A dengan sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah si-B dapat diselamatkan. Si-A memapah si-B pulang ke rumahnya.</p>
<p>Ternyata rumah si-B sangat bagus, besar, megah dan mewah. Ayah si-B sangat berterima kasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya, dan hendak memberikan uang. Si-A menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesulitan. Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.</p>
<p><span id="more-25"></span>Si-A adalah seorang yang miskin. Sedangkan si-B adalah bangsawan yang kaya raya. Si-A ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu, si-B. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.</p>
<p>Tahukah Saudara, siapa nama pemuda miskin yang jadi dokter ini? Namanya ALEXANDER FLEMING, yang kemudian menemukan obat Penisilin.</p>
<p>Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan Dr. Fleming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan obat penemuan baru. Apa yang terjadi? Berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda bangsawan itu akhirnya sembuh.</p>
<p>Tahukah Saudara, siapa nama pemuda bangsawan itu? Namanya adalah WINSTON CHURCHIL, Perdana Mentri Inggris yang termasyhur itu.</p>
<p>Dalam kisah ini kita dapat melihat hukum menabur dan menuai. Fleming menabur kebaikan, ia menuai kebaikan pula. Cita-citanya terkabul, ia menjadi dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil. Tidak sia-sia bukan beasiswa yang diberikan ayah Churchil.</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhadisujai.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhadisujai.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhadisujai.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhadisujai.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhadisujai.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhadisujai.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhadisujai.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhadisujai.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhadisujai.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhadisujai.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhadisujai.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhadisujai.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhadisujai.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhadisujai.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=25&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhadisujai.wordpress.com/2009/12/01/hukum-menabur-dan-menuai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec495d57ea3e44eebe7394b150b75a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadadisujai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Adalah Pilihan</title>
		<link>http://muhadisujai.wordpress.com/2009/11/24/hidup-adalah-pilihan/</link>
		<comments>http://muhadisujai.wordpress.com/2009/11/24/hidup-adalah-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 22:33:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MUH. ADI SUJA'I, S.E.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhadisujai.wordpress.com/2009/11/24/hidup-adalah-pilihan/</guid>
		<description><![CDATA[Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan Matahari, dan kelembutan embun pagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=24&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. </p>
<p align="justify">Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan Matahari, dan kelembutan embun pagi pucuk-pucuk daunku.”</p>
<p align="justify">
<p> <span id="more-24"></span>
<p align="justify">Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.</p>
<p align="justify">Bibit yang kedua bergumam, “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”</p>
<p align="justify">Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.</p>
<p align="justify">Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.</p>
<p align="justify"><strong><em>Renungan:</em></strong></p>
<p align="justify"><em>Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam ke-pesimis-an, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup.</em></p>
<p align="justify"><em>Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.</em></p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhadisujai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhadisujai.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhadisujai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhadisujai.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhadisujai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhadisujai.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhadisujai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhadisujai.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhadisujai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhadisujai.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhadisujai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhadisujai.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhadisujai.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhadisujai.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=24&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhadisujai.wordpress.com/2009/11/24/hidup-adalah-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec495d57ea3e44eebe7394b150b75a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadadisujai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cangkir yang Cantik</title>
		<link>http://muhadisujai.wordpress.com/2009/11/24/cangkir-yang-cantik/</link>
		<comments>http://muhadisujai.wordpress.com/2009/11/24/cangkir-yang-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 22:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MUH. ADI SUJA'I, S.E.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhadisujai.wordpress.com/2009/11/24/cangkir-yang-cantik/</guid>
		<description><![CDATA[Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek. Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=23&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.</p>
<p align="justify">
<p> <span id="more-23"></span>
<p align="justify">Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. </p>
<p align="justify">Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Aku berteriak. Tetapi orang itu berkata “Belum!” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “Belum!”</p>
<p align="justify">Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.</p>
<p align="justify">Wanita itu berkata “Belum!” Lalu ia memberikan aku kepada seseorang pria dan ia memasukkan lagi aku ke dalam perapian yang lebih panas dari sebelumnya. Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya . Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.</p>
<p align="justify">Setelah benar-benar dingin, seseorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.</p>
<p align="justify"><strong><em>Renungan:</em></strong></p>
<p align="justify"><em>Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah salah satu cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.</em></p>
<p align="justify"><em>“Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai percobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”</em></p>
<p align="justify"><em>Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.</em></p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhadisujai.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhadisujai.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhadisujai.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhadisujai.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhadisujai.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhadisujai.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhadisujai.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhadisujai.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhadisujai.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhadisujai.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhadisujai.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhadisujai.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhadisujai.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhadisujai.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=23&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhadisujai.wordpress.com/2009/11/24/cangkir-yang-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec495d57ea3e44eebe7394b150b75a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadadisujai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sandal Kulit Sang Raja</title>
		<link>http://muhadisujai.wordpress.com/2009/11/24/sandal-kulit-sang-raja/</link>
		<comments>http://muhadisujai.wordpress.com/2009/11/24/sandal-kulit-sang-raja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 22:29:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MUH. ADI SUJA'I, S.E.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhadisujai.wordpress.com/2009/11/24/sandal-kulit-sang-raja/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan di luar istana, kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, “Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.” Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=22&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya. Ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan di luar istana, kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, “Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.”</p>
<p align="justify">
<p> <span id="more-22"></span>
<p align="justify">Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. Ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik. Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.</p>
<p align="justify">Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja. Ia berkata kepada Maharaja, “Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka saja.”</p>
<p align="justify">Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut “Sandal.”</p>
<p align="justify"><strong><em>Renungan:</em></strong></p>
<p align="justify"><em>Ada pelajaran yang berharga dari cerita itu. Untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri, dan bukan dengan jalan mengubah dunia itu.</em></p>
<p align="justify"><em>Karena kita sering kali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikiran kita, kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada orang lain yang terlibat di sana, sebab, seringkali dalam pandangan kita, dunia, adalah bayangan diri kita sendiri.</em></p>
<p align="justify"><em>Ya, memang, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu agar kita tidak pernah merasakan sakit, atau, melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?</em></p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muhadisujai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muhadisujai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muhadisujai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muhadisujai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muhadisujai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muhadisujai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muhadisujai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muhadisujai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muhadisujai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muhadisujai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muhadisujai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muhadisujai.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muhadisujai.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muhadisujai.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muhadisujai.wordpress.com&amp;blog=10532169&amp;post=22&amp;subd=muhadisujai&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhadisujai.wordpress.com/2009/11/24/sandal-kulit-sang-raja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec495d57ea3e44eebe7394b150b75a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">muhamadadisujai</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
